Intermezzo (3)

Kali ini ada hubungannye dengan psikologi..Bo. Jangan serius dulu dunk! Ringan-ringan aje kok…
Okey, menurut para psikolog, manusia itu kalo lapar terhadap makanan bisa dibagi antara lain:
Lapar fisik, ini memang lapar karena sudah waktunya makan namun belum kesampaian. Merupakan lapar normatif.
Lapar psikis, nah…keadaan ini terjadi karena kondisi psikis seseorang akibat stress, depresi, atau perasaan negatif lain. Walaupun sudah makan, tapi engga lama kemudian merasa lapar lagi. Katanya sech, makan merupakan kompensasi a.k.a hiburan buat orang stress/depresi.
Lapar mata, ini contohnya sewaktu kita puasa di bulan Romadhon. Kalo sudah jam 4 sore, trus kita ke pasar romadhon, bawaannya mau ngeborong semua tuch kue-kue atawa makanan yang merangsang mata kita…hiks..hiks.
Ada yang mau nambahin kategori lapar ini engga..Bo.

5 Tanggapan so far »

  1. 1

    wiskul said,

    Juki, L4R4, Zee, Kubang Ja’eh…
    Terima kasih ente udah kasih comments.
    Nyantai aja, kita tunggu saran en kritik laen yaa.
    Kagak ada yang pasti-pasti kok…hik..hik.

  2. 2

    Kubang Ja'eh said,

    Apaan nech…lapar aja dibahas. Makanan donk yang dibahas!

  3. 3

    ZEE said,

    Kalo emang lapar sech, lapar aje Mas!

  4. 4

    L4R4 said,

    Ada satu lagi bos…laparoscopy…hiks.

  5. 5

    Juki said,

    Ups….jadi lapar nech…nach lho.


Comment RSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: