Comments: Pengantar Menuju Studi Komunitas JAZZ di Indonesia (2) Tamat

titi sjuman "sexy JAZZ drummer"

Dikutip dari http://jazzkaltim.wordpress.com (JK) sebagai berikut:
Ini artikel lanjutan dari jilid 1. Agak serius ngebahas musik JAZZ. Karena pakai “daftar pustaka” segala. Artikel di http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2010/11/09/pengantar-menuju-studi-komunitas-jazz-di-indonesia/
Seperti biasa, comments JK dalam bentuk font italic. Karena panjang, tulisan dibagi 2. Ini tulisan ke 2 dari 2 serial, tulisan terakhir. Okay kita mulai:

"sexy JAZZ pianist" Diana Krall courtesy beirutnightlifedotcom

Irawati dalam Musik Jazz dan Dangdut dalam Analisa Stratifikasi (1992), semakin meneguhkan jazz sebagai musik elite dimana menurutnya terdapat perbedaan antara konsumen musik jazz dengan dangdut, konsumen musik jazz lebih banyak dari golongan atas sedangkan dangdut sebaliknya.
JK: Kalau kita survey perlahan-lahan secara komprehensif, bahkan akan ditemui kondisi sebaliknya. Golongan bawah mempunyai komunitas JAZZ mania antar tetangga RT nya. Sebaliknya golongan atas ada yang membuat “dangdut party” diantara sesama mereka secara eksklusif.
R.M Mulyadi dalam Industri Musik Nasional (Pop, Rock, Jazz) (1999) menjelaskan mengenai pengaruh rezim terhadap perkembangan musik nasional. Pada era orde baru, hanya ada satu acara jazz asuhan Jack Lesmana, TVRI tidak banyak membantu perkembangan musik jazz. Jazz lebih banyak dimainkan di hotel-hotel dan bar, pertunjukan musik jazz lebih banyak berupa ajang apresiasi sehingga tidak mendatangkan profit yang besar. Jazz mulai bergerak ke panggung besar pada era 80-an, dimana saat itu musisi jazz menggabungkan aliran jazz dengan rock (fusion). Fusion jazz yang pada waktu itu diwakili oleh Krakatau dan Karimata banyak memasukkan idiom gamelan dalam aransemennya, hal ini dijelaskan oleh Josias Adriaan dalam tesisnya Penggabungan Idiom-Idiom Gamelan dalam Musik Jazz (2007).

titi sjuman "drummer JAZZ cantik"

JK: Di era tahun 80an pernah juga JAZZer Australia dan Inggris berkolaborasi membuat album JAZZ dengan memasukkan unsur nada pentatonis gamelan Bali. Sayang, JK lupa nama grupnya.
Fenomena maraknya jazz fusion, dikritik oleh Heru Nugroho mengalami Mcdonaldisasi Jazz di Indonesia (2001). Musik jazz di Indonesia mengalami standardisasi layaknya makanan dalam gerai cepat saji McDonald, jazz dikemas dalam rasa yang sama serta cenderung easy listening.

sang pianist JAZZ sexy Diana Krall courtesy pastemagazinedotcom

JK: Beberapa JAZZer pemula menyalah artikan bahwa musik JAZZ yang dari Amerika itu sebagai segala sesuatu yang berbau Amerika dapat diadopsi dalam dunia musik JAZZ ala mereka. Bisa jadi, mengikuti ala fast food menjadikan “fast JAZZ” music yang instant. Tanpa menjalani “jam terbang” yang cukup untuk nge-JAZZ.
Berdasarkan penjelasan diatas, diajukan pertanyaan lebih lanjut: lalu bagaimana studi-studi mengenai komunitas jazz di berbagai kota di Indonesia? Melihat pesatnya perkembangan komunitas-komunitas jazz di Indonesia akhir-akhir ini, menarik untuk dipelajari bagaimana “cerita-cerita” yang tercipta dari berbagai komunitas tersebut. Apakah terdapat “cerita-cerita” yang berbeda? Ataukah semua komunitas mempunyai “cerita-cerita” yang sama? Studi yang saya lakukan mengenai komunitas jazz Yogyakarta (2010) menunjukkan “cerita-cerita” yang berbeda, bagaimana dengan “cerita-cerita” yang terjadi dalam komunitas jazz di kota Anda?

diana krall courtesy bigpondmusicdotcom

JK: Cerita yang ada, pokoke…. All That JAZZ lahhhhhh!….

Daftar Pustaka:
Referensi:
Heru Nugroho. Menumbuhkan Ide-Ide Kritis. Pustaka pelajar. Yogya. 2001.
Meeder, Christopher. Jazz : The Basics . Routledge. New York. 2008.
Wheaton, Jack. All That Jazz. University of San Diego. Ardley House Publisher. New York. 1994.

Jurnal:
De Veaux, Scott. Constructing The Jazz Tradition : Jazz Historiography. Journal Black American Literature Forum, vol 25, St Louis University. 1991
Indera Ratna Irawati. Musik Jazz dan Dangdut dalam Analisa Stratifikasi. Jurnal Masyarakat Universitas Indonesia. Jakarta. 1992
Merriam, P Alan and Raymond Womack. Jazz Community. Social Forces Vol 38. University of North Carolina Press. 1960.
Stabbins, Robert. The Theory of Jazz Community. The Sociological Quaterly Vol.9. Blackwell Publishing. 1968.
Vincent, Ted. The Community that Gave Jazz to Chicago. Black Music Research Journal Vol.12, Center of Black Music Research. University of Illinois Press. 1992.

diana krall "JAZZ pianist & singer" courtesy topbollywood2011dotblogspotdotcom

Tesis:
Josias T. Adriaan. Penggabungan idiom-idiom Gamelan ke Dalam Musik Jazz. Prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. 2007.
R. Muhammad Mulyadi. Industri Musik Nasional (Pop, Rock dan Jazz). Jurusan Sejarah. Universitas Indonesia.1999.
Oki Rahadianto Sutopo. Dinamika Kekuasaan dalam Komunitas Jazz Yogyakarta 2002-2010. Jurusan Sosiologi. Universitas Indonesia. 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: